Aturan Sederhana Dalam Bermusik
Dalam bermusik, terdapat aturan yang patut kita mengerti sebelum memainkannya. Meskipun bukan aturan yang mengikat seperti bidang lainnya tetap saja musik akan lebih indah apabila kita mengikuti aturan.
Aturan permainan musik sangatlah kompleks namun di sini penulis takkan mengambil konsep yang rumit. Berikut aturan sederhana dalam bermusik yang harus dipahami oleh pemula :
1. Nada Dasar
Lagu apapun yang dimainkan harus menggunakan nada dasar yang bagus. Tak peduli kamu adalah Judika atau Mariah Carey yang memiliki bakat, jika nada dasarnya salah akan terkesan seperti tidak berbakat.
Banyak orang yang mengira suara mereka rendah padahal bisa saja nada dasar yang digunakan terlalu rendah. Misalnya saat menyanyikan lagu Bunga Terakhir mengikuti versi Bebi Romeo, kita merasa kesulitan karena secara tak sadar kita menciptakan sugesti bahwa kita harus mengikuti penyanyi aslinya di nada dasar F#m rendah padahal kita bisa menaikannya ke Am atau malah satu oktaf sekalian ke C#m agar kita bisa bernyanyi dengan lepas.
Contoh kasus yang kedua adalah saat menyanyikan lagu She's Gone, banyak orang yang terlena berusaha meniru penyanyi ahli yang membawakan lagu itu sementara suara kita bisa jadi memang terlalu rendah. Kita merasa mudah di nada rendah tetapi langsung tenggelam sama musiknya tapi itu masih mending karena ada banyak penyanyi amatir bahkan profesional yang memaksakan suaranya hingga terdengar fals.
Padahal kita bisa saja menurunkan nadanya dari Cm ke Bm agar bisa dinyanyikan menggunakan falset. Kemungkinan lain mengapa kita tidak bisa menyanyikan lagu itu karena suara kita atau suara perempuan terlalu tinggi sehingga harus menaikan nada cukup banyak dibandingkan pria bersuara tinggi yang biasanya sangat langka.
Contoh kasus lainnya adalah banyaknya orang korea yang terdengar sangat memalukan saat menyanyikan lagu Forbidden Love - Kim Kyung Ho. Sebenarnya lagu ini terlalu ambigu, penyanyi aslinya saja merasa kunci yang digunakan terlalu rendah di F# biasa sehingga dinaikan satu oktaf ke kunci F# yang lebih tinggi namun diturunkan 1 semitone ke F agar lebih cocok dengan suaranya yang berat.
Pelajaran yang bisa diambil di sini adalah kita harus mengatur nada dasar kita sendiri karena kita sendirilah yang merasa puas ketika berhasil membawakan sebuah lagu dan juga merasa kesal karena gagal membawakan sebuah lagu. Jangan gengsi, kalau tidak sanggup mencapai nada tinggi jangan ragu untuk menurunkan nada daripada susah sendiri.
2. Karakter
Setiap orang memiliki jenis suara yang beragam. Ada yang serak, lembut, tinggi bagaikan peluit, rendah bagaikan suara mesin truk, dan lain sebagainya. Percayalah kepada diri sendiri bahwa kita bisa barulah bisa mencari referensi dan belajar cara bernyanyi yang benar. Jangan minder hanya karena suara kurang ngerock, kita bisa mengubah lagunya ke aransemen yang lebih halus atau sekalian diubah menjadi full akustik agar cocok dengan suara kita.
3. Dengarkan Penilaian Orang Lain
Ada orang bilang hinaan itu lebih jujur daripada hinaan. Bisa jadi orang terdekatmu ragu memberitahu kalau nyanyianmu sangat jelek atau suaramu terlalu buruk untuk didengarkan. Dengarkanlah hinaan orang agar kamu tidak susah payah mencari kelemahanmu sendiri dan juga jangan terlalu berlebihan mendengarkan hinaan karena kita sendirilah yang harus pintar memilih masukan yang kita terima.
4. Jangan Mencari Yang Gampang
Belajarlah lagu yang susah agar kita bisa berkembang. Pilihlah kunci gitar yang mirip sama aslinya jangan semuanya dipaksakan menjadi C agar gampang dimainkan. Kita saat masih balita saja jatuh bangun waktu belajar jalan, masa kita harus main yang gampang terus seumur hidup.
Ya gak mungkinlah, kita harus bersabar sampai kita bisa memainkan kunci gitar yang susah.
Komentar
Posting Komentar