Belajar ? Yuk Di Rumah Aja !

Mungkin istilah belajar online sudah tak menjadi sesuatu yang asing bagi setiap orang selama masa pandemi COVID 19 sekarang ini. Demi pencegahan penyebaran virus Corona semakin merajarela maka pemerintah mengumumkan bahwa setiap kegiatan belajar mengajar akan diadakan di rumah saja sehingga munculah sebuah istilah belajar online di kalangan para siswa, guru, dan para orang tua di luar sana.

Sebenarnya sistem belajar online bukan hanya diadakan saat - saat wabah COVID 19 seperti ini tetap sudah ada yang menjalankan sistem seperti ini. Salah satu yang menjalankan sistem belajar ini adalah Universitas Terbuka atau biasa anak gaul sebut sebagai UT.


Universitas Terbuka menggunakan metode belajar dimana kita menggunakan sebuah gadget (Hp, Laptop/Komputer, Tab, dll) sebagai media utamanya. Kita tidak perlu belajar secara bertatapan muka alias bertemu secara langsung dengan sang pengajar sehingga kita hanya perlu belajar secara online saja alias menggunakan jaringan internet.

Berdasarkan dari pengalaman saya sendiri, sistem belajar online sekarang ini bergantung pada seberapa kemampuan perangkat seluler yang kita milik dan juga faktor jaringan internet. Nah faktor jaringan internet ini adalah salah satu hal yang cukup sangat tricky karena hal ini cukup mempengaruhi performa kita sebagai siswa online.

Jaringan yang lambat tentu akan sangat merusak kenyamanan kita dalam belajar, kesulitan mengumpulkan tugas parahnya kita bisa terlambat ,dan akhirnya kena hukuman dari guru kan jadinya sungguh tidak lucu sekali. Kuota internet juga menjadi salah satu faktor yang juga sama menjengkelkannya bayangkan jika kalian melakukan video call secara grup melalui google meet maka jelas kuota yang kalian beli akan semakin cepat habis.

Kuota yang hanya berjumlah 5 GB, 6 GB, 10 GB jelas takkan cukup untuk kebutuhan kita dalam belajar online belum lagi kebutuhan entertaiment kita yang jauh lebih menguras lagi. Google meet, Youtube, Google Classroom, Browser, Whatsapp, Gmail, dan Yahoo mail saja jika ditotalkan dalam 1 bulan mampu mencapai sekitar 12,78 GB dalam pemakaiannya tapi itu bergantung seberapa lama durasi pemakaian kita.

Bayangkan saja, aplikasi yang paling penting saja bisa menghabiskan data sebanyak 12,78 GB belum lagi kalau kita bermain PUBG Mobile, Free Fire, Call Of Duty Mobile, Instagram, Facebook, dll yang jelas akan memakan lebih banyak lagi kuota kita dan jelas akan mengurus kantong orang tua anda.

Masalah belum sampai disitu saja, bagi yang tinggal di pedesaan jelas akan menjadi sesuatu yang nyaris mustahil karena jaringan saja mungkin tidak ada dan kalau pun ada juga cuman bisa nelpon πŸ˜…. Belum lagi kalau perangkat kita spesifikasinya rendah alias kentang tentu akan sangat menguji kesabaran kita untuk mengucapkan kata - kata umpatan kasar.

Beberapa aplikasi yang sejauh ini admin ketahui paling banyak digunakan selama pandemi ini yaitu :

1. Google Classroom


Aplikasi rilisan google ini mendadak naik daun selama pandemi ini (padahal sebelumnya cukup sepi pengguna) karena fiturnya yang cukup lengkap dan sangat bersahabat bagi sobat miskin yang speknya kentang tentunya. Hanya bermodalkan kode kelas maka kita bisa mengakses tugas dan materi yang diberikan oleh guru dengan cukup mudah.

Sedikit informasi, aplikasi memiliki user interface yang warna - warni sehingga pengguna tidak merasa jika tampilan aplikasinya terasa kaku alias cuma background putih polos dan deretan huruf saja. User interface aplikasi ini juga cukup mudah dipahami dan ramah bagi pengguna umumnya terutama para bocil yang taunya cuman game FF doang dan juga orang tua/guru angkatan lama yang mungkin masih gagap teknologi alias gaptek.

Namun aplikasi ini masih belum begitu stabil dan sering kali terjadi bug yang cukup bagus untuk membuat kita mengucap kalimat umpatan serta mengabsen para penghuni kebun binatang. Tugasnya tidak bisa terkirim, lampiran kiriman guru yang tidak bisa dibuka, loading yang stuck bukan karena faktor jaringan, force close alias tertutup sendiri, susah buat login parahnya cuma mentok di halaman depan, belum lagi file pdf yang kadang zoom dengan sendirinya sehingga kita sulit untuk membacanya.


2. Edmodo


Aplikasi yang satu ini adalah salah satu aplikasi yang paling menjengkelkan menurut admin dengan berbagai alasan logis. Mulai dari aplikasi yang terlalu berat sehingga tidak ramah buat pengguna spek kentang bahkan spek kelas dewa saja bisa ngelag, data yang hilang, login yang butuh waktu lama, kode kelas yang kadang gonta - ganti, lampiran yang kadang telat muncul, tidak ada notifikasi yang masuk, belum lagi kita harus mengedit profil melalui web padahal harusnya bisa langsung di aplikasinya saja.


3. Whatsapp


Aplikasi yang umumnya digunakan untuk berkirim pesan ini kini seolah menjelma menjadi kelas online dadakan dengan memanfaatkan fitur group chat. Aplikasi yang satu ini sangat mudah untuk digunakan, notif yang tepat waktu, terus kalau main join grup juga gampang, bisa menghubungi teman juga melalui kontak yang ada di info grup tanpa harus ribet buat ngesave lagi, dan juga bisa ganti tampilan (wallpaper) dengan berbagai gambar yang kita inginkan.

Aplikasi juga tersedia berbagai mod yang membuat kita bisa memodifikasi fitur dan juga antarmuka aplikasi ini sehingga bisa disesuaikan dengan apa yang kita inginkan. Satu lagi hal yang admin sukai dari aplikasi ini yaitu bisa lancar di ponsel yang speknya kentang.

Oke, segitu aja dulu pembahasan kaliπŸ™‚πŸ™ƒ☺️πŸ™ƒπŸ™‚πŸ˜Œ

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aturan Sederhana Dalam Bermusik